SANG PENDEKAR ITU BERNAMA SOMAD
Tubuhnya
bergerak lincah dengan mengeluarkan jurus - jurus Kuntow. Tangan - kakinya memukul dan
menendang kearah lawan hingga
tak berkutik, jatuh tersungkur ke tanah. Perawakannya
tidak begitu besar. Postur tubuhnya cenderung kurus dengan tinggi tubuh sekitar
169 cm. Raut wajahnya mencerminkan bahwasannya
sosok ini adalah seorang pekerja keras yang tak pantang
menyerah. Dia adalah Abdul Somad, salah satu pelatih kuntow yang ada di Kota
Tarakan.
Kuntow
sendiri, merupakan seni bela diri suku Tidung Kalimantan Utara. Ia pun bercerita, sudah belajar kuntow sejak
kecil hingga remaja di tahun 80-an.
Menurutnya, belajar kuntow sangat penting untuk pertahanan diri.
Pria
berusia 53 tahun ini pun lalu menjelaskan perbedaan silat dan kuntaw.
Menurutnya, yang membedakan adalah kuntaw hanya mempunyai 10 jurus, sedangkan
silat mempunyai banyak jurus. Dalam seni beladiri ini lebih banyak jurus bunga.
Artinya, ketika akan mengeluarkan langkah demi langkah, dimulai dengan bunga
atau gaya khas. Kecepatan dan ketangkasan pun diperlukan untuk menjatuhkan
lawan.
Seni
bela diri kuntaw ini termasuk yang hamper punah. Namun merupakan sebuah warisan
budaya lokal tidung Ulun Pagun. Sudah
sepatutnya setiap masyarakat Tidung melestarikan seni bela diri ini sebagai
pelindung diri dari setiap kejahatan yang bisa datang kapanpun.
Script by. Esti Murdiastuti
.jpeg)


Komentar
Posting Komentar