Bahasa Tidung di Kalimantan Utara Terancam Punah
Bahasa Tidung di wilayah utara Kalimantan, yang merupakan bahasa ibu suku Tidung di Kota Tarakan, Nunukan, Malinau, Bulungan, hingga ke sebagian wilayah Sabah, Malaysia, di khawatirkan punah karena semakin ditinggalkan oleh para penuturnya. Di Tarakan, misalnya, para pendatang dari Jawa, Bugis, dan Banjar menggunakan bahasa ibu masing - masing, sementara bahasa Tidung semakin jarang terdengar dalam percakapan sehari - hari.
Penggiat budaya Tidung, Muhammad Arbain, melihat bahwa saat ini para penutur bahasa Tidung menjadi kurang percaya diri menggunakan bahasa ibu mereka dan lebih suka berbahasa Indonesia, bahkan dalam percakapan diantara sesama orang Tidung.
Arbain khawatir bahasa Tidung akan punah dari wilayah Kalimantan yang menjadi bagian Indonesia, sementara di wilayah Malaysia bahasa itu masih dituturkan. " Bahasa Tidung masih banyak digunakan oleh orang - orang Tidung yang eksodus ke Sabah", katanya.
Menjawab kekhawatiran akan punahnya bahasa Tidung, DPRD Kota Tarakan mengusulkan agar bahasa daerah tersebut dijadikan salah satu muatan lokal pada kurikulum pendidikan dan berharap segera bisa dilaksanakan, jika memungkinkan pada tahun ajaran 2022 - 2023.
Dinas Pendidikan Kota Tarakan menyatakan mendukung penuh usulan tersebut, dengan catatan bahwa pelaksanaannya butuh waktu. Budiono, Kepala Dinas Pendidikan , mengingatkan sejumlah aspek yang perlu dipersiapkan untuk memasukkan bahasa Tidung sebagai muatan lokal, termasuk menyiapkan tenaga pengajar dan konsultasi dengan tokoh adat Tidung untuk merumuskan materi ajar.
" Rencananya muatan lokal bahasa Tidung akan diajarkan di tingkat SD dan SMP, sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami generasi muda," kata Budiono.
Selain di Kalimantan Utara, bahasa Tidung, kadang disebut " Tideng " atau " Tidong ", tergantung pada dialek masing - masing tempat, juga dituturkan oleh orang - orang Tidung di Berau dan Kutai Kertanegara, dua kabupaten di Kalimantan Timur.
Menurut Monografi Kabupaten Bulungan, suku Tidung adalah orang - orang Dayak pantai yang berasal dari pegunungan di Manjelutung. Sebuah sumber menyebutkan bahwa Suku Tidung mungkin masih berkerabat dengan Suku Dayak rumpun Murut yang ada di Sabah.
Gambar pakaian adat suku Tidung pada uang kertas Rp. 75 ribu, yang diterbitkan dua tahun lalu untuk memperingati ulang tahun kemerdekaan yang ke - 75, pernah disalah pahami sebagai pakaian adat Tionghoa dan oleh pengkritik di media sosial gambar itu dihebohkan sebagai bukti bahwa Cina sudah menguasai Indonesia.
Sumber : https://rri.co.id/tarakan/kaltara/1564708/bahasa-tidung-di-kalimantan-utara-terancam-punah
Reporter by. Andrey Riantha & Virgo Eddie
Kameramen by. HerySusanto







Komentar
Posting Komentar